Ekosistem Pangan Sehat Jadi Prioritas, Mentan Amran Tegaskan Komitmen

  • OMED
  • 30 August 2025
Dalam delapan bulan terakhir, pemerintah telah menerbitkan berbagai Instruksi Presiden (Inpres) yang berfokus pada percepatan pembangunan pangan.

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pangan yang sehat di Indonesia sebagai kunci mewujudkan kedaulatan pangan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

“Kami ingin sampaikan beberapa hal. Di pertanian ini, tujuan kami jelas yaitu membangun ekosistem pangan yang sehat. Selama ini banyak terjadi anomali di mana-mana, dan inilah yang ingin kita benahi bersama,” ungkap Mentan Amran.

Ia menegaskan perhatian Presiden terhadap sektor pangan sangat besar. Dalam delapan bulan terakhir, pemerintah telah menerbitkan berbagai Instruksi Presiden (Inpres) yang berfokus pada percepatan pembangunan pangan. “Ini luar biasa, sebuah gagasan besar dari Bapak Presiden untuk memperkuat pangan nasional,” ucapnya.

Mentan Amran juga memaparkan delapan langkah percepatan pembangunan pangan, mulai dari penataan regulasi, pemenuhan pupuk yang kini sudah merata, rehabilitasi dan pembangunan irigasi 2 juta hektare, optimalisasi lahan, hingga pencetakan sawah baru. Hasilnya, stok pangan nasional saat ini disebutnya sebagai yang tertinggi dalam sejarah, diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Nilai Tukar Petani kita mencapai 122 persen, jauh di atas target 110 persen. PDB pertanian pun menopang ekonomi nasional dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah,” ungkap Mentan Amran.

Meski capaian besar telah diraih, Amran menilai pembenahan pasar masih menjadi pekerjaan rumah penting. “Kita produsen CPO terbesar, ayam, telur, bahkan bawang merah, tapi pernah terjadi kelangkaan atau harga tinggi di dalam negeri. Distorsi seperti ini harus kita akhiri,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, kini pemerintah menyiapkan operasi pasar besar-besaran melalui penyaluran beras SPHP. “Kami sudah siapkan 1,3 juta ton untuk stabilisasi. Jika pasar sehat, maka ekosistem pangan juga sehat. Petani sejahtera, konsumen terbantu, pengusaha pun tenang,” imbuhnya.

Baca juga:
Antisipasi Gugatan ke MK Hasil Pillres 2024, Yusril Didapuk Pimpin Tim Pembela Prabowo-Gibran

Optimisme tersebut diperkuat oleh kinerja Perum Bulog. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa GPM memiliki tiga tujuan utama, yakni menyalurkan beras murah bagi masyarakat, menjaga pasokan dan stabilisasi harga, serta mendukung pengendalian inflasi di seluruh wilayah NKRI.

Hingga saat ini, Bulog telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 290.016 ton atau 19,33 persen dari target, melalui sekitar 30.375 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Penyaluran dilakukan lewat jaringan pasar, koperasi, pemerintah daerah, hingga TNI, Polri, dan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.

Untuk realisasi per 29 Agustus, penyaluran harian bahkan mencapai hampir 6.000 ton, angka tertinggi dari rata-rata harian. “Alhamdulillah, capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” jelas Rizal.

Pada GPM hari ini distribusi masif dilaksanakan di 4.302 titik kecamatan, 414 titik Polri, 449 titik TNI, 129 titik BUMN, serta 415 titik distribusi lainnya, dengan total diperkirakan penyaluran mencapai 43.665 ton.

Kemudian, Mentan Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas sinergi dan kerja keras menjaga ketahanan pangan. “Mari kita terus bergandengan tangan membangun ekosistem pangan yang sehat untuk masa depan bangsa,” pungkasnya. (*)

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment