JAKARTA-Serangan Israel di jalur Gaza mengakibatkan banyaknya jumlah korban tewas, rentetan serangan Israel terhadap Jalur Gaza sejak awal Oktober lalu terus bertambah dan telah melampaui 21.000 orang. Dalam 24 jam terakhir, dilaporkan sedikitnya 195 orang tewas di daerah kantong Palestina tersebut.
Kementerian Kesehatan Gaza dalam laporan Seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Kamis (28/12/2023), menyatakan sedikitnya 21.110 orang tewas akibat serangan-serangan Israel di wilayah tersebut, sejak perang berkecamuk pada 7 Oktober lalu usai Hamas menyerang negara Yahudi itu.
Diketahui laporan otoritas kesehatan Gaza juga menyatakan bahwa sebanyak 55.243 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan Israel.
Otoritas kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 195 orang yang tewas dan 325 orang yang terluka akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir.
Tentara militer Israel diketahui menyerang Jalur Gaza melalui darat, laut dan udara. Pemadaman telekomunikasi di sebagian besar daerah kantong Palestina itu menghambat upaya untuk menjangkau para korban sipil.
Baca juga:
Motivasi Berlebih Eduardo Usai Debut Di Persija
Seperti yang diketahui Israel terus menggempur Jalur Gaza sejak Hamas melancarkan serangan mengejutkan pada 7 Oktober lalu. Menurut otoritas Tel Aviv, sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, tewas dan lebih dari 240 orang lainnya disandera.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk memusnahkan Hamas dengan terus melancarkan serangan besar-besaran yang menghancurkan sebagian besar wilayah Jalur Gaza.
Israel menyampaikan mereka telah melakukan apa pun yang bisa mereka lakukan demi melindungi warga sipil di Jalur Gaza, dan menyalahkan Hamas karena membahayakan warga sipil dengan melakukan operasi di tengah-tengah area permukiman sipil. Tuduhan itu dibantah oleh kelompok Hamas.
Namun sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat (AS), terus menyerukan Tel Aviv untuk melakukan lebih banyak hal demi mengurangi kematian warga sipil akibat apa yang disebut oleh Presiden Joe Biden sebagai "pengeboman tanpa pandang bulu".
Comments (0)
There are no comments yet